BRMP Sulteng Perkuat Pendampingan Program Strategis, Siapkan Satgas Akselerasi Swasembada Pangan
Sigi, 9 Juni 2026. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah mempertegas langkah percepatan pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian melalui kegiatan Penguatan Pendampingan Kegiatan Strategis Pertanian yang melibatkan seluruh pegawai BRMP Sulawesi Tengah bersama penyuluh pertanian CWS.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Jahja Ponulele BRMP Sulawesi Tengah ini dipimpin langsung oleh Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., didampingi jajaran Ketua Kelompok Substansi, meliputi Pendampingan Wilayah, Program dan Pengujian, Penerapan dan Penilaian Kesesuaian, serta Substansi Penyuluhan Sulawesi Tengah.
Dalam arahannya, Kepala BRMP Sulawesi Tengah menegaskan bahwa akselerasi program strategis tidak lagi dapat dilakukan dengan pola kerja biasa. Dibutuhkan konsolidasi tim yang lebih kuat, respons cepat di lapangan, serta sistem pendampingan yang terintegrasi. Untuk itu, BRMP Sulawesi Tengah akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pendampingan Lapangan sebagai motor penggerak percepatan program prioritas Kementerian Pertanian di daerah.
“Pendampingan tidak boleh berjalan parsial. Harus ada satu komando kerja yang solid, cepat, dan berbasis data agar setiap program benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh petani,” tegasnya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum sosialisasi Surat Perintah Menteri Pertanian Nomor 118/HK.120/M/05/2026, yang menegaskan penguatan peran BRMP dan penyuluh pertanian dalam mengawal program strategis nasional. Penyuluh kembali ditegaskan sebagai garda terdepan yang memastikan implementasi program berjalan hingga tingkat petani.
Pada sesi teknis, masing-masing Ketua Kelompok Substansi memaparkan rencana kerja dan target capaian tahun 2026. Kapoksi Program dan Pengujian Andi Dalapati, S.TP., M.P. menekankan kesiapan dukungan anggaran dan penguatan kegiatan lapangan, Kapoksi Pendampingan Wilayah Syamsyiah Gafur, S.P., M.Si. memaparkan mekanisme Bantuan Pemerintah (Banpem) yang lebih terarah, sementara Kapoksi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian Dr. Herawati, S.P., M.Si. menyoroti percepatan diseminasi inovasi teknologi agar lebih cepat diadopsi petani.
BRMP Sulawesi Tengah menegaskan bahwa penguatan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh program strategis berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran. Sinergi antara penyuluh, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, serta kelompok tani menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pertanian yang lebih modern dan adaptif.
“Swasembada pangan adalah kerja kolektif. Tidak ada satu institusi yang bisa mencapainya sendiri. Dengan kolaborasi yang kuat, pendampingan yang tepat, dan kerja lapangan yang disiplin, kita optimistis target itu bisa dicapai lebih cepat,” tegas Kepala BRMP Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, serta meningkatkan semangat kerja seluruh jajaran BRMP Sulawesi Tengah dan penyuluh pertanian dalam mengawal serta menyukseskan program-program strategis Kementerian Pertanian demi terwujudnya ketahanan pangan nasional.
Penulis: Moh. Fajrin Utina
Editor : Hamka Biolan